Lorok, Pacitan, Real Getaway (1)

Kali ini saya bercerita tentang pengalaman menakjubkan saya yang featuring kampung halaman ibu saya. Kampung halaman ibu saya terletak di Kabupaten Pacitan, sebuah kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pacitan juga merupakan kampung halaman bagi presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, kampung tempat ibu saya dibesarkan masih berjarak sekitar 40 km arah timur dari pusat kota dan melewati perbukitan di sebuah daerah, bukan desa maupun kecamatan, bernama Lorok. Rumah masa kecil ibu saya berada di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, tepat di depan balai desa.

Lorok ini sebenarnya adalah sebuah daerah yang masih dibilang terpencil, mengingat sulitnya akses menuju ke sana. Daerah ini pun bukan merupakan lahan pertanian padi yang terlalu baik, berdasarkan cerita pakdhe saya. Tanah di Lorok umumnya berbasis tanah kapur karena merupakan bagian dari rangkaian pegunungan kapur di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Air terkadang susah didapatkan, apalagi pada saat kemarau. Pakdhe saya bilang, tanah Lorok sebenarnya hanya cocok untuk berladang. Padi yang ditanam di sana tidak menghasilkan beras yang berlimpah dan berkualitas bagus. Mungkin sebenarnya memang benar, potensi terbaiknya adalah perladangan seperti singkong dan jagung, dan kelapa yang tumbuh subur karena Lorok merupakan daerah pesisir.

Di tengah-tengah keterpencilannya, Lorok menyimpan potensi wisata yang cukup menarik untuk disinggahi. Kemarin saya mencoba berjalan-jalan ke beberapa pantai yang ada di sana. Sekitar 15 menit perjalanan dari rumah kakek saya ke arah selatan, saya dapat mengakses Pantai Taman, pantai yang terkenal di kalangan warga Lorok dan sudah dibuka untuk umum. Di daerah Pantai Taman ini, pada saat perayaan Idul Fitri biasanya diadakan acara dangdutan. Di saat air laut tidak terlalu tinggi, banyak orang mengunjunginya dan bermain-main lebih dekat dengan laut. Saya telah beberapa kali mengunjungi pantai tersebut, sehingga perjalanan saya teruskan lagi ke arah barat menuju pantai selanjutnya.

Terdapat sebuah pantai yang cocok bagi anda yang suka belanja makanan laut (seafood). Nama pantai tersebut adalah Pantai Anakan yang saya singgahi sebetulnya pada saat pulang. Daerah pantai yang berbentuk menyerupai tapal kuda dengan pesisir yang landai. Pantai ini dipenuhi dengan deretan perahu-perahu tradisional karena memang pantai ini merupakan pusat kegiatan nelayan di Lorok. Perbukitan karang yang melingkari pantai dengan celah yang tampak seperti gerbang melindungi daerah tersebut dari ombak yang keras, sehingga kegiatan ekonomi perikanan dan perahu-perahu nelayan tersebut aman dari ancaman ombak dan pasang. Di pesisir saat ini telah dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk menjual ikan-ikan hasil tangkapan nelayan. Bila anda sedang berada di Lorok dan berburu ikan segar, silakan mampir ke tempat ini.

Perahu-perahu tradisional menepi di Pantai Anakan

Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan raya ke arah barat ke pantai selanjutnya, Pantai Tawang. Pantai Tawang ini merupakan kelanjutan dari Pantai Taman. Garis pantainya panjang dengan pesisir yang landai dan pasir yang putih. Eksotis menurut saya. Hanya dengan duduk-duduk menikmati segarnya hembusan angin laut pada pagi, siang, atau sore hari saya sudah mendapatkan sensasi yang mesmerizing. Deburan ombaknya keras, tipikal pantai-pantai selatan yang berarus deras karena berbatasan dengan samudra. Namun dengan mendengarkan deburan ombaknya hati saya seperti ditenangkan. Ditambah lagi suasana pantai yang tidak terlalu ramai dan bersih dari sampah, sungguh suatu tempat yang tepat untuk melepas penat. Di ujung barat dan timur pantai ini dibatasi oleh bukit yang masih hijau. Di tengah-tengah pesisir pantai terdapat tebing karang yang bisa dijadikan objek foto yang indah.  Keindahan Pantai Tawang adalah gabungan dari pemandangan pasir putih yang landai diapit perbukitan, birunya Samudra Hindia, suara ombak, dan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan. Rasanya detak jantung saya diperlambat sambil terus memuji makhluk Allah yang satu ini.

Ombak di pantai ini memang keras dan tinggi. Namun pada saat ombak tidak terlalu tinggi, orang-orang berani berjalan dan bermain-main lebih dekat dengan laut.  Merasakan sensasi menginjak pasir yang halus lalu diterjang air laut yang dingin merupakan sebuah kenikmatan yang unik. Sekedar bercanda dan bermain bersama teman, melempar pasir atau menceburkan diri ke laut, tempat ini sungguh rekreatif. Anda bisa memilih mau bersenang-senang beramai-ramai bersama teman-teman atau menenangkan diri sendirian, all in one. (Bersambung)

Pantai Tawang dari kejauhan

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Jalan-jalan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Lorok, Pacitan, Real Getaway (1)

  1. fhieluv berkata:

    pantainya bersih😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s