Bodoh Itu…

Bodoh itu…
Ketika melihat ke arah pantai, dan menyadari…
Punya garis pantai terpanjang,
punya matahari sepanjang tahun, tapi garam masih impor…

Bodoh itu…
Ketika sadar punya lautan yang luas,
dangkal dan hangat, dengan pantai yang landai…
Ikan-ikan berloncatan dengan badai yang jarang menerjang…
Tapi anak-anak kecil masih saja ada yang kurang yodium dan terbelakang…

Bodoh itu…
Ketika denger lagu koes plus,
tongkat kayu dan batu jadi tanaman…
Tapi swasembada jarang-jarang
Itu pun cuma beras doang

Bodoh itu…
Cuma bisa ribut soal tembakau, tebu, kelapa sawit, dan padi…
Singkong nggak dilihat, nyiur nggak dilirik, kacang kecipir apa lagi…
Jangankan mau melirik,
siapa yang tahu tentang pohon nyamplung,
siapa yang tahu tentang  gondorukem,
siapa yang tahu tentang nipah dan widuri…
Padahal katanya negara Indonesia nomer dua soal biodiversity

Bodoh itu…
Ketika di bawah tanah yang dipijak,
ada cadangan batubara, gas, dan minyak…
Belum lagi katanya ada panas bumi…
Belum lagi emas, intan, besi, nikel, perak, tembaga, dan sebagainya…
Bahkan kabar burung bilang bahwa uranium juga ada…
Tapi cuma bisa melongo,
melihat pabrik-pabrik besar menggali dengan suksesnya,
dan sayang benderanya kok beda…

Bodoh itu…
Ketika seperti ayam mati di lumbung…
Bukan karena lumbungnya diracun,
bukan pula gara-gara si ayam gak mau makan gara-gara pundung
Ya, karena si ayamnya lagi bodoh saja nggak mau makan…
Sibuk melihat sapi yang makan rumput,
atau kucing yang makan ikan asin,
atau melihat ayam lain yang sedang makan pelet buatan pabrik konsentrat protein…

Bodoh itu…
Ketika hidup di tanah gemah ripah loh jinawi,
tapi tidak mau bersyukur dan memuji…
Isinya cuma sumpah serapah dan caci maki…
Kadang-kadang terlalu banyak berbicara yang tidak penting…
Dan di sisi lain kaum-kaum kurang terpelajar merintih dan bingung mungkin,
“kalian ini ngomongin apa sih? kita-kita ini cuma ingin hidup berkecukupan”
begitu gumamnya mungkin…
Dan di tempat lain air dan pasir disedot orang lain…

Bodoh itu…
Ketika akhirnya cuma bisa menjadi kuli,
nggak bisa jadi raja di negeri sendiri…
Mungkin masih mending ada yang jadi kuli,
dapat duit dan bisa dibagi-bagi buat tetangga kanan-kiri…
Nah ini ada yang lebih parah lagi…
Ada yang curi sana curi sini, gak peduli itu duit teman sendiri,
Gak peduli walaupun itu “baitul maal” yang sedang digerogoti…

Bodoh itu…
Ya mungkin seperti saya sekarang ini,
cuma bisa protes, curhat di blog, iya kalau ada yang baca,
cuma bisa istighfar tanpa berbuat apa-apa,
cuma bisa mengeluh dan mengaduh itu pun baru kalau diri sendiri kesusahan…
Kalau kiriman lagi aman, bisa buat jalan-jalan, makan-makan, atau pacaran,
lupa mungkin dengan apa yang ditulis sekarang…

Semoga yang baca ini orang-orang cerdas,
atau orang-orang yang penuh semangat belajar untuk menjadi cerdas,
atau orang-orang yang awalnya malas namun menjadi semangat untuk belajar menjadi cerdas,
dan cerdasnya menjadi positif, progresif, dan produktif,
tidak seperti saya sekarang ini…
Karena “…sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia…”
Barangkali ada yang mau berbagi,
biar saya nggak bodoh lagi,
biar saya nanti bisa saya merasa damai menatap negeri…
Wassalaamu’alaikum…

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Corat-coret. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s