Fabulous June – July 2012: Keluarga Tata Tertib Kelompok ITB

Cerita ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya, yaitu SC OSKM 2012. Tiba-tiba saja saya mendapatkan permintaan untuk mengadakan malam swastaplok untuk tanggal 25 Juli 2012. Buset dah, akhirnya ini tradisi berlanjut juga, sejak diawali oleh taplok pada masa PROKM 2011. Kegiatan ini adalah bentuk perkenalan dari taplok-taplok periode sebelumnya kepada calon taplok yang masih menjalani masa diklat. Dengan pemberian materi yang di-request oleh pendiklat. Kebetulan untuk diklat OSKM 2012, materi yang dititipkan secara khusus tidak ada, sehingga bentuk metodenya diserahkan kepada para swasta. Dan, jadilah malam swastaplok yang menyenangkan, dengan flow acara tidak karuan, persis seperti yang dialami oleh taplok-taplok pada saat menjalani hari-H OSKM, PROKM, atau apapun lah namanya. Dan acara diakhiri dini hari dengan perkenalan dan sedikit sharing dari kami-kami yang sedikit lebih berpengalaman masalah pertaplokan.

Kembali ke masalah keluarga tata tertib kelompok, sebetulnya apa itu taplok? Mungkin bagi teman-teman pembaca yang pernah berkuliah di ITB tidak asing lagi dengan istilah taplok. Walaupun saya sebetulnya tidak tahu, dari tahun berapa mulai ada taplok. Setdaknya bagi angkatan 2000-an dan seterusnya sudah mengenal istilah taplok. Taplok adalah salah satu bagian dari divisi lapangan pada event-event kaderisasi terpusat di ITB (yang tadi disebut OSKM, INKM, atau PROKM) yang memiliki peran sebagai pembimbing kelompok. Pada masa kaderisasi terpusat, mahasiswa baru dibagi dalam kelompok-kelompok kecil antara 20-25 orang. Nah, untuk membimbing mahasiswa baru agar bisa mengikuti acara demi acara dengan baik, me-manage dan menjaga keutuhan kelompok, serta untuk menjaga dinamisasi kelompok, diterjunkanlah kakak-kakak panitia yang umumnya tingkat dua sebagai pembimbing kelompok tersebut yang jumlahnya 2-3 orang per kelompok. Kakak-kakak tersebut adalah panitia divisi tata tertib kelompok (atau penata kelompok pada INKM 2008) yang dikenal dengan akronim TAPLOK. Kalau diotak-atik kata dan hurufnya mungkin akronim tersebut kurang tepat. Namun, nasi sudah menjadi bubur, kata-kata TAPLOK terlanjur lebih enak didengar daripada TALPOK, TABLOK, TAPOK, atau akronim-akronim yang lain. Itulah secara umum gambaran simpel dari taplok.

Taplok itu ngapain aja sih? Definisi dari tugas-tugas dan fungsi taplok ini bisa berbeda-beda pada setiap OSKM (saya sebut OSKM agar tidak ribet). Pada saat saya menjadi Koordinator Divisi (Kordiv) Tata Tertib Kelompok INKM 2010, saya membuat sedikit definisi, tugas, dan fungsi taplok. Poin penting dari definisi taplok adalah mendampingi maba, berinteraksi intensif, dan teman pertama bagi maba. Lalu saya menjabarkan fungsi utama taplok sebagai divisi lapangan adalah menjaga ketertiban dan mengondisikan kelompok sesuai kegiatan. Kemudian fungsi tambahan dari taplok adalah menjadi figur OSKM, sumber informasi dan orientasi, penyampai materi secara informal untuk mendukung mentor, dan penerima feedback dari maba. Pusing ya? Intinya, kerjaan taplok yang saat itu saya rencanakan adalah: membariskan dan mengabsen di awal dan akhir, membimbing maba saat mobilisasi, menemani maba saat lingkar diskusi, ice breaking saat jam-jam kosong atau santai, tempat bertanya dan curhat para maba tentang kehidupan kampus, dan yah jadi kakak pertama bagi maba. Taplok itu nantinya yang akan membuat kelompok itu selalu “bergairah” untuk ikut OSKM dan menerima materi dengan baik.

Lalu, kenapa sih taplok perlu didiklat? Me-manage suatu kelompok yang diisi oleh orang-orang yang belum kita kenal dan belum saling berkenalan itu bukan hal yang mudah. Taplok perlu mengenal bagaimana karakter-karakter orang dan bagaimana menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda. Taplok harus tahu bagaimana pentingnya komunikasi dan berkomunikasi dengan baik serta membangun kekompakan dalam kelompok. Dan yang menurut saya penting adalah taplok harus kreatif. Dengan cara apapun taplok harus menyulap suasana kaderisasi menjadi menarik bagi maba, tidak boring, tidak susah dipahami namun juga tanpa mengurangi esensi atau konten-konten dari kaderisasi tersebut. Selain itu, sebagai orang lapangan, taplok juga harus mengenal skill lapangan. Tak kalah penting juga, taplok sebagai kakak harus menjadi sosok yang dewasa dan bijaksana dalam membawa diri.

Skill lapangan apa yang harus diketahui seorang taplok? Basic skill dalam setiap diklat divisi lapangan adalah baris-berbaris. Dari situ skill taplok dikembangkan mulai dari membentuk formasi taplok: 1) cakra (formasi U/angkare di sekeliling maba), 2) lentera (bersiap di depan maba untuk mengumpulkan dan mengabsen), 3) kencana (formasi taplok di depan dan belakang kelompok saat mobilisasi), 4) mandala (formasi taplok di belakang maba biasanya saat orasi). Taplok juga harus mengenal medan interaksi, memilih spot interaksi yang nyaman, dan menertibkan mobilisasi sehingga harus tahu cara mobilisasi yang baik.

Identitas taplok itu apa? Yang paling mencolok adalah petantang-petenteng di lapangan sambil membawa panji bertuliskan nomor kelompok. Dilihat dari sikapnya yang bisa serius bisa santai di depan maba, taplok selalu identik dengan keceriaan. Taplok juga dibekali dengan kaos lapangan berwarna khusus, bernama khusus, dan berlambang khusus. Masalah warna, pada saat saya menjadi kordiv, para pendiklat berinisiatif untuk memberi warna khusus bagi taplok, yaitu berselang biru muda dan kuning tiap tahun. Hal ini terinspirasi oleh warna Petra Pijar (taplok INKM 2008) yaitu biru muda dan Praba Amerta (taplok PROKM 2009) yaitu kuning. Selanjutnya Antakusuma (2010) biru muda, Winaya Sunda (2011) kuning, dan Jaya Kirana (2012) biru muda. Warna kaos taplok pada periode-periode sebelumnya saya tidak mengetahui: Praetorian (2003), Punggawa (2004), Supernova (2005), Wira Tresna (2006), Raka Pramesvara (2007).

Praba Amerta dengan segala identitasnya

Dan surprising, seorang Antakusuma membuat grup keluarga taplok ITB yang membernya ribuan. Saling berbagi pengalaman seru saat menjadi taplok, baik saat serius maupun saat-saat menyampah dan mengejar kecengan. Itulah keluarga Tata Tertib Kelompok ITB, pejuang-pejuang kaderisasi yang penuh semangat. Yang pernah jadi taplok, kenanglah selalu saat-saat indah menjadi taplok. Yang baru masuk jadi mahasiswa baru, nanti cobalah sensasi menjadi taplok. Yang jelas, menjadi taplok itu gampang. Tapi setelah menjadi taplok, apa yang akan kamu lakukan? Menjadi taplok hanya seminggu, atau menjadi taplok selama-lamanya dengan terus menginspirasi, membawa semangat dan keceriaan.

Kebersamaan Praba Amerta (Taplok PROKM ITB 2009)

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Sekitar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s