Fabulous June – July 2012: OSKM Steering Committee

Saya sudah mahasiswa tingkat akhir. Umumnya sudah waktunya bagi saya untuk mengejar kelulusan, segera menentukan karir, blablabla dan blablabla. Apalagi seusai menuntaskan KP saya yang tertunda. Ditambah pula dengan kabar bahwa angkatan saya TK’08 mayoritas mengikuti ujian komprehensif periode Juli yang artinya mereka akan mengejar kelulusan di bulan Juli. Namun, tahun ini lagi-lagi saya tersedot ke dalam medan gravitasi kaderisasi terpusat di ITB, acara yang benar-benar “ramai”, OSKM ITB. Secara tidak sengaja saya dimintai oleh kawan saya yang menjadi menteri PSDM kabinet KM ITB untuk sekedar share mengenai OSKM. Awalnya hanya sharing saja. Namun ujung-ujungnya, saya, Levina L. Suprapto (Kabid Eksternal PROKM 2011) dan Muhammad Ramdhani (Ketua PROKM 2011) menjadi suatu badan yang sedikit “diformalkan”, Steering Committee. Kerjanya? Menerima laporan kemajuan, memberi masukan, dan memastikan arahan menteri dijalankan oleh panitia. Saya pikir enteng, jadi ya, saya iyakan saja. Toh, bukan saya ketua SC-nya, hehehe…

Mengingat posisi saya yang tidak berada di Bandung selama Kerja Praktek, sejujurnya bantuan saya kepada teman-teman panitia sangatlah tidak seberapa. Saya hanya beberapa kali (seingat saya 3 kali) ikut pertemuan rutin. Sedangkan selebihnya kontribusi saya hanya dengan membaca laporan digital yang dikirim lewat surat elektronik dan mengirimkan balasan berupa komentar-komentar. Mengenai konten-konten acara yang diajukan, bentukan-bentukan acara, serta beberapa teknis lapangan acara. Serta ikut men-share pengalaman saya saat berhubungan dengan banyak pihak (intra dan ekstra KM ITB) saat PROKM 2011 dan menyiasati beberapa permasalahan.

Begitu kembali menuju peradaban ITB, saya sedikit terkejut. Panitia OSKM 2012 benar-benar mendapatkan fasilitas yang “wah”, baik dari segi fasilitas, waktu, dan kondusifitas kampus. Benar-benar nyaman, dibandingkan dengan pada saat saya menjalani hari-hari menjadi panitia PROKM 2009, INKM 2010, dan PROKM 2011. Dan begitu melihat jatah waktu yang diberikan dari pihak rektorat, begitu tercengangnya saya mengetahui panitia mendapatkan jatah d4 hari dari pagi sampai sore, bersih, dan ditambah interaksi hari minggu. Ckckck. Benar-benar rasanya seperti turun dari kereta ekonomi lalu melihat kereta eksekutif. Dengan alokasi waktu yang begitu banyak, tentu seharusnya panitia dapat mengotak-atik segala kreatifitas untuk memberikan metode terbaik dalam memberikan materi kepada mahasiswa baru ITB angkatan 2012.

Saya mengikuti beberapa forsil (dan terlihat lancar), mengikuti forum lapangan basket, dan melihat bagaimana mentor-mentor dikumpulkan. Sangat-sangat lancar hingga akhirnya saya memberikan banyak pengarahan di akhir kepada panitia (terutama bidang acara) mengenai pelaksanaan, evaluasi, dan penilaian keberhasilan yang (setahu saya) tidak pernah berjalan di OSKM-OSKM yang saya jalani sebagai panitia.

Dan tibalah Hari-H, OSKM 2012. Saya menyaksikan secara langsung acara kaderisasi yang begitu semarak, mulai dari pembukaan yang menampilkan teatrikal. Sebuah teatrikal luar biasa namun dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh mahasiswa baru. Saya mengikuti proses mentoring materi sebagai mentor (kali pertama saya menjadi mentor selama di ITB). Dan saya pun menyaksikan secara langsung prosesi penutupan sebagai moderator interaksi massa kampus. OSKM 2012 ini membawa visi “Integrasi untuk Indonesia”. Dan menurut saya, panitia OSKM 2012 berhasil membawa pesan-pesan tersebut dalam bahasa yang sederhana. Sejujurnya saya agak jenuh dengan pemberian pesan (atau materi) kepada maba dengan metode-metode serta kalimat-kalimat materi yang rumit yang seakan-akan menunjukkan pada maba, ini loh mahasiswa, bahasanya kudu bahasa dewa. Padahal menurut saya, semakin cerdas seseorang akan mampu menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan lebih sederhana dan mudah dimengerti. Dan menurut saya, salut kepada panitia OSKM 2012 yang mampu mewujudkan hal tersebut dengan segala kreativitasnya.

Ya, memang, saya pun akhirnya melihat secara langsung beberapa konflik yang terjadi selama OSKM 2012 dengan beberapa pihak, dengan beberapa massa kampus, adanya ketidakpuasan beberapa maba 2012, dan terangkatnya kembali isu agama. Sampai saat ini pun, hal-hal tersebut kadang masih mengganggu pemikiran saya mengenai bagaimana kaderisasi terpusat yang baik itu. Apalagi dengan masih adanya forbas yang pada tahun lalu telah diperjuangkan teman-teman PROKM 2011 untuk ditiadakan namun gagal. Ya, semuanya adalah bumbu. Bumbu yang tidak mengurangi rasa salut saya kepada OSKM 2011.

Selamat datang rekan-rekan ITB angkatan 2012. Almamatermu, bangsa dan negaramu menunggumu, dalam balutan integrasi untuk Indonesia.

Iklan

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s