Fabulous June – July 2012: Kerja Praktek (1)

BAGIAN I: ENGGAN

Kerja Praktek adalah salah satu bagian penting dari misi terakhir seorang mahasiswa S1 teknik kimia ITB. Seorang mahasiswa S1 teknik kimia harus menembus penelitian, rancang pabrik, dan laporan kerja praktek sebelum akhirnya mendapatkan undangan untuk mengerjakan ujian terakhir: KOMPREHENSIF. Umumnya mahasiswa S1 TK ITB mengambil dengan kode TK4090 ini pada liburan semester genap tahun ketiga. Itu artinya seharusnya saya normalnya mengambil KP ini tahun lalu (karena saya tidak memiliki masalah akademik) bersama mayoritas teman-teman saya. Namun waktu itu saya memutuskan untuk menunda KP saya, karena saya ingin menuntaskan hutang budi saya pada PROKM ITB 2011.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, “jatah” perebutan tempat KP untuk anak TK ITB selalu dipilihkan oleh prodi. Hingga saat ini saya tidak tahu secara pasti apa yang menjadi dasar pemilihan tersebut. Ada yang bilang tergantung urutan IP, ada yang bilang acak, ada yang bilang tergantung perusahaan yang mau menerima KP lebih dahulu. Yang jelas saya saat itu berharap mengharap mendapat tempat KP di luar jawa atau di tempat pengolahan oleochemical. Saya begitu ingin mendapatkan tantangannya. Namun berdasarkan pengumuman yang ditempel, saya mendapat tempat KP di PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills Jakarta (PT ISM Bogasari Jakarta). Pabrik ini memproduksi tepung terigu dari hasil penggilingan gandum. Yah, apa boleh buat…

Saya segera browsing di internet mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pabrik tempat saya akan melakukan KP tersebut. Tidak banyak yang bisa saya dapatkan dari website resmi. Namun saya beberapa kali menemukan laporan-laporan KP yang di-upload di internet dan dari situ saya mendapatkan gambaran mengenai apa yang dilakukan di dalam pabrik Bogasari. Saya juga mencari-cari proses apa saja di dalam pabrik dan mencari lokasi pabrik. Dari apa yang saya dapatkan dari hasil browsing, saya mulai meremehkan KP ini. Mungkin didorong juga oleh ketidaksesuaian dengan ekspektasi saya. Proses produksi penggilingan tepung yang saya tahu di awal adalah proses yang cukup sederhana, cukup ditambah air, digiling, lalu diayak dan diambil tepungnya, mudah dan remeh pikir saya. Tidak ada proses kimia yang rumit seperti yang saya pelajari di bangku kuliah, semacam reaktor, distilasi, maupun penukaran panas.

Pabrik berlokasi di dekat Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Cilincing Raya No.1. Segera saya hubungi PR (public relation) dari PT ISM Bogasari Jakarta untuk konfirmasi dan menanyakan akses dan akomodasi. AlhamduliLlah Bapak Edi Wismoyo selaku PR berbaik hati mencarikan tempat kos. KP dimulai pada tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2012. Saya dan partner KP saya memutuskan untuk berangkat pada tanggal 30 Mei untuk memastikan tempat tinggal dan mengikuti induksi awal keesokan harinya. Jujur saya penasaran di manakah saya akan tinggal. Apakah di sebuah mes karyawan, atau dicarikan kosan dengan fasilitas lengkap (namun agak mahal) seperti cerita teman-teman seangkatan saya yang KP di Jababeka atau di tempat lain. Voila! Saya diantar ke sebuah kos-kosan yang standar sekali di daerah sekitar pabrik, Jalan Lagoa A tepatnya. Sangat biasa, seperti kos-kosan yang saya tinggali di Bandung dengan satu tantangan, hanya berbekal kipas angin menghadapi pengapnya udara pesisir Jakarta. Karena saya sudah terbiasa hidup “menderita”, ya saya hadapi dengan nyantai. Toh nanti saya akan terbiasa dan saya punya teman sekosan. Namun partner KP saya di awal sudah tampak tidak akan kerasan dengan tempat kos tersebut. Mungkin karena dia terbiasa dengan kamar ber-AC di kosannya di Bandung dan tidak tahan dengan udara panas. Dan akhirnya pada minggu kedua KP, dia memutuskan untuk pindah ke Kelapa Gading.

“Kekecewaan” saya berlanjut di hari berikutnya, di saat induksi awal, di mana saya mendapati bahwa hanya kami berdua yang berasal dari jurusan teknik kimia yang KP di Bogasari Jakarta pada saat itu. Dan karena pada saat itu ditanya oleh presenter, kenapa ngambil KP di Bogasari? Segera setelah saya jelaskan mengenai mekanisme tempat KP dari prodi dan apa saja yang dipelajari di teknik kimia (dan subjurusan saya teknologi pangan), saya merenung dan berpikir, jangan-jangan saya tidak akan mengeksplor banyak mengenai keilmuan saya di situ.

Minggu pertama saya lalui dengan pikiran yang begitu gamang. Di minggu pertama itu saya berkeliling pabrik dan dijelaskan berbagai hal mengenai proses produksi dari gandum yang masih impor hingga ke penanganan produk akhir berupa pakan. Namun untungnya saya berkenalan dengan rekan-rekan KP yang seru, Devy dari Teknik Industri ITB (saya cuma tau dia anak keamanan OSKM 2011 dan baru berkenalan), Jesika yang juga dari TI ITB (namun ditempatkan di bagian safety), Egi dan Ikhsan “Ucup” dari Teknologi Pangan Universitas Sahid Jakarta, Marco “A Liong” dan Allan dari Manajemen Universitas Parahiyangan Bandung, dan Maria “Mei Mei” dari Teknolog Pangan Universitas Pelita Harapan. Mereka ini “anak baik-baik” nan ramah namun baru ketahuan belangnya di akhir-akhir. Hahahaha… Rame sih memang, lucu-lucu, dan supel. Saya jadi semangat mengikuti pengarahan karena saya memang orang yang excited saat bertemu orang-orang yang baru. Kegamangan saya lalu saya tutupi dengan keaktifan saya bertanya ini-itu bahkan di luar pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilontarkan rekan saya yang lain. Pertama karena saya anak teknik dan ingin show-off dan kedua karena saya tidak ingin KP yang singkat ini berakhir begitu saja tanpa saya bisa mengeksplor lebih jauh.

Kami menjelajah pelosok pabrik Bogasari Jakarta selama seminggu dan bertanya-tanya ini itu kepada karyawan yang memandu kami. Kami naik hingga ke puncak silo, melewati kebisingan mesin-mesin penggilingan, hingga bergumul dengan tepung di bagian penanganan produk. Hanya saja kami tidak dapat mengakses jetty yang memiliki standar keamanan lebih tinggi daripada fasilitas pabrik yang lain.

Setelah melalui satu minggu awal yang penuh kegamangan, namun tertutupi oleh pengenalan yang luar biasa, saya beranjak ke minggu berikutnya. Dan minggu kedua ini sebetulnya diawali dengan hal yang kurang menyenangkan. Izin saya kepada dosen koordinator KP untuk meninggalkan pabrik selama dua hari demi seminar akhir penelitian ditolak. Padahal saya sudah mengantongi izin dari pabrik dan pembimbing. Minggu kedua pun semakin berantakan karena praktis tidak ada kegiatan berarti yang kami lakukan di pabrik. “Gabut” istilah anak mudanya. Dan sialnya, kami tidak dapat mengakses perpustakaan pabrik karena alasan yang aneh: perpustakaan hanya buka pukul 16.00 – 17.00 dengan izin di awal. Lengkap sudah kekesalan saya akan KP ini. Hari-hari saya tidak produktif, sering izin untuk istirahat lebih awal bersama yang lainnya ke kafe untuk minum kopi. Dan di situlah, saya merasa benar-benar tidak bisa mengeksplor pabrik tersebut. Pabrik Bogasari Jakarta lebih cocok bagi mereka yang sedang belajar di teknologi pasca panen, teknologi  pangan, teknologi hasil pertanian, dan sejenisnya. Hmph….

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s