Pelajaran dari Gundam OO

Saya adalah salah seorang penggemar anime alias film-film animasi asal Jepang. Kesukaan saya dimulai sejak SD saat saya menyukai doraemon, digimon, dan pokemon. Saat saya mulai tumbuh besar, genre anime yang saya pilh pun berubah. Saya menyukai anime mengenai perang dengan robot berpilot manusia yang sangat populer yang berjudul Gundam. Sebenarnya seri Gundam sangat beragam. Beberapa yang saya suka adalah Gundam Wing dan Gundam OO. Saya menyukai dua seri tersebut karena kompleksitas konflik yang ada di dalamnya, dan Gundam OO mempunyai kompleksitas konflik, memasukkan isu-isu kekinian (sesuai dengan zaman dia ditayangkan), dan grafiknya keren. Saya menonton Gundam OO pada saat saya masih SMA. Waktu itu saya kurang begitu paham dengan konflik sosial yang melatarbelakangi Gundam OO. Saya sekedar menikmati jalan cerita, efek, dan konflik antar pemainnya. Dan karena iseng, saya menontonnya lagi baru-baru ini dan baru menyadari konflik sosial tersebut dan mungkin bisa menjadi perhatian buat kita.

Gundam OO memiliki dua seri, dengan tokoh protagonis yang sama, sekumpulan renegade bernama Celestial BeingCelestial Being didirikan oleh seorang ilmuwan genius bernama Aeolia Schenberg, penemu partikel energi GN particle dan memiliki misi yaitu, mengakhiri perang, menyatukan dunia, dan akhirnya membimbing manusia untuk “berevolusi”. Celestial Being berusaha mengakhiri perang dengan cara yang ekstrim, yaitu menggunakan senjata berupa mobile suit Gundam dengan jalan “kekerasan” dan menjadikan mereka sendiri sebagai “musuh bersama” dunia.

Pada saat itu, dunia dikuasai 3 blok utama (AEU, Jinkakuren, dan Union) dan negara-negara yang dulu kaya akan minyak menjadi miskin karena kesuksesan pengembangan energi solar dari 3 blok tersebut. Terjadilah kesenjangan yang begitu besar. Negara-negara tersebut tidak mampu membiayai untuk bergabung dengan blok-blok tersebut. Sedangkan kebutuhan akan energi begitu mendesak dan menimbulkan berbagai konflik (internal dan eksternal). Sedangkan 3 blok besar tersebut saing bersaing dalam hal ekonomi dan militer (perang dingin) dan selalu saja, saat gajah bertarung sesama gajah, pelanduk mati di tengah.

Peperangan ini pun tanpa sengaja melibatkan seorang mahasiswa bernama Saji Crossroad, yang awalnya tinggal di Union dengan nyaman. Dia kehilangan kakaknya, seorang wartawawan yang berusaha mengungkap konspirasi kotor dunia, dan hubungannya dengan sang kekasih retak sejak keluarga sang kekasih tewas akibat serangan membabi-buta seorang tentara bayaran menggunakan Gundam “palsu”. Dan secara kebetulan Saji diselamatkan oleh Celestial Being pada seri kedua. Nah, di sini lah saya menemukan suatu hal yang seru, dari konflik antara Saji dengan para personel Celestial Being. 

Saji sangat membenci Celestial Being yang dianggapnya sebagai perusak kedamaian dunia, pendukung pemberontakan, dan hal-hal negatif lainnya. Dunia Saji adalah dunia yang nyaman, diatur oleh negara dalam keteraturan luar biasa sehingga di-setting tidak ada orang yang memiliki gagasan yang berbeda dari negara. Semua warga negara  mendapat fasilitas dan pasokan energi yang melimpah dari solar plant yang dibangun sangat tinggi hingga melebihi atmosfer. Warga negara pun disuguhi berita-berita yang bagus-bagus saja, kebanyakan mengenai aksi-aksi pemerintah, dan mendapat propaganda bahwa Celestial Being dan para pemberontak harus dilenyapkan. Saji pun menjalani kehidupannya yang normal, sebagai mahasiswa yang mengejar impiannya bekerja di luar angkasa dan tidak lupa juga dibumbui dunia percintaan anak muda.

Saji membenci Celestial Being karena kehidupannya yang nyaman telah diusik. Namun, seiring perjalanannya dalam Ptolemios (kapal induk Celestial Being), sedikit demi sedikit matanya terbuka. Bahwa dunia ini tidak hanya dihuni oleh orang-orang yang berada dalam kenyamanan saja. Ternyata selama ini kehidupan nyamannya berdiri di atas bangsa-bangsa lain yang menderita. Beberapa bangsa di timur tengah menderita karena embargo energi akibat instabilitas yang akarnya pun berawal dari ketidaktersediaan pasokan energi untuk menggerakkan ekonomi (seperti lingkaran setan). Propaganda yang menyebutkan bahwa pemberontak merupakan pengacau keamanan ternyata dibuat-buat. Pemberontak ini melindungi bangsanya dari penindasan bangsa lain yang sedang beradu kuat dan ingin melenyapkan mereka. Baku tembak yang memperlihatkan kekacauan oleh pemberontak ternyata direkayasa dari kejadian saat pemberontak membela diri dari serangan automaton yang membabi-buta. Dan dia pun terlarut dalam konflik karena dicap sebagai pembelot sejak dibawa oleh Ptolemaios. Dan dia pun memahami apa yang sedang dilakukan oleh ayah dan kakaknya (sama-sama wartawan) hingga menemui ajalnya adalah untuk mengungkap kebenaran dan menggugah kepedulian orang-orang.

Dari rangkaian konflik tersebut, saya sedikit diingatkan. Selama ini mungkin sebagian orang terusik dengan berbagai konflik yang ada. Lalu, karena merasa kenyamanannya terganggu, segera menyalahkan si sumber “kekacauan” tanpa mau peduli dengan apa yang sebetulnya terjadi, tanpa mau terjun ke dalam realita yang sesungguhnya dan menemukan akar masalahnya. Simple case nya adalah saat kebanyakan orang memandang begitu negatif kegiatan demonstrasi, khususnya mahasiswa (jiwa mahasiswa saya jadi keluar, hehehe). Atau yang lebih besar lagi mengenai konflik antar etnis. Atau lebih global lagi konflik antar bangsa (ada lagi nggak yang lebih besar? perang alien?).

Dan satu pesan lagi yang tersirat (dan tersurat) dalam Gundam OO adalah untuk menyelesaikan segala masalah dengan understanding. Yang saya pahami di sini adalah kebutuhan untuk memahami masalah, memahami ilmu, dan memahami sesama dalam setiap konflik yang ada. Setelah mampu memahami, barulah manusia dapat menuju ke tahapan selanjutnya yang lebih baik.

Saat segalanya hanya dipandang hanya dari permukaan, maka sebetulnya tidak ada yang sedang dilakukan selain memelihara api dalam sekam.

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Corat-coret. Tandai permalink.

5 Balasan ke Pelajaran dari Gundam OO

  1. nicil berkata:

    the best gundam ever😀 ckck aktivis yee,nonton gundam pun dihubungin ke gitu hehe

  2. Hilman Septiawan berkata:

    bru 2 mnggu lbh dsini udh ngrti gandum.. emg hebat ni mas estu..hhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s