Tomcat

Ini bukan soal tomcat yang ini…

F-14 "Tomcat"

Pesawat F-14 “Tomcat” yang sayapnya bisa dilipat (dari http://www.airforce-technology.com)

Apalagi soal tomcat yang ini…

Tom the Cat

Si kucing “Tom” dalam serial animasi faforit saya, “Tom and Jerry” (dari siskoid.blogspot.com)

Ini adalah soal tomcat yang baru saja membuat kehebohan hingga mungkin hampir menjadi kejadian luar biasa di kota Surabaya. Ya, ini adalah soal tomcat yang mewabah pada pertengahan bulan Maret 2012, si merah-hitam yang ganas. Serangga tomcat alias semut semai alias kumbang rove atau dengan nama ilmiah Paederus sp. (dengan berbagai jenis spesiesnya). Serangga ini membuat kehebohan karena menyebabkan penyakit kulit dengan jumlah korban yang cukup banyak. Disebutkan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur bahwa kasus tomcat yang ditangani mencapai 559 korban tersebar di 12 kabupaten/kota (dari situs beritajatim). Mari kita lihat sekilas tentang tomcat ini.

Paederus littoralis

Paederus alias tomcat alias semut semai (dari id.wikipedia.org)

Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Staphylinidae
Genus : Paederus

Serangga yang mirip semut ini ternyata lebih dekat dengan keluarga kumbang dan ternyata merupakan salah satu binatang “kuno” karena fosilnya ditemukan sejak jaman Triassic sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Serangga ini berukuran kecil sekitar 1-35 mm saja dan umumnya berkisar antara 2-8 mm. Badannya berwarna oranye terang di bagian atas dan gelap di bagian kepala dan abdomen (warnanya belang gelap-terang). Warna yang mencolok ini sekaligus peringatan bahwa serangga ini beracun. Serangga ini aktif pada siang hari dan tertarik (sensitif) terhadap cahaya yang ada pada malam hari, oleh karena itu serangan banyak terjadi pada malam hari. Di beberapa berita disebutkan bahwa tomcat tinggal di tempat lembab dan di daerah perkotaan memakan telur semut. Tomcat merupakan predator bagi serangga lain. Pada saat terancam, tomcat menaikkan abdomennya seperti kalajengking menaikkan ekornya sehingga tampak menyeramkan.

Tomcat tidak menggigit atau menyengat untuk mengeluarkan racunnya. Racun ini keluar secara otomatis dari tubuhnya saat bersentuhan. Racun ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang relatif parah yang disebut dengan dermatitis linearis. Iritasi ini tidak muncul secara instan, melainkan butuh waktu 12-36 jam. Iritasi ini dapat berlangsung lama hingga 2-3 minggu. Outbreak dari kasus ini juga pernah terjadi di Srilanka, China, dan Irak.

Racun dari tomcat tersusun atas senyawa kimia pederin dengan nama IUPAC: (2S)-N-[(S)-[(2S,4R,6R)-6-[(2S)-2,3-dimethoxypropyl]-4-hydroxy-5,5-dimethyl-2-tetrahydropyranyl]-methoxymethyl]-2-hydroxy-2-[(2R,5R,6R)-2-methoxy-5,6-dimethyl-4-methylene-2-tetrahydropyranyl]acetamide. Racun ini tidak dihasilkan mandiri oleh tomcat, melainkan dihasilkan oleh bakteri endosimbion berjenis PseudomonasTomcat yang mengeluarkan racun ini adalah betina dewasa. Racun ini ternyata dapat memblok mitosis pada sel dengan menghambat sintesis protein dan DNA dan menghalangi pembelahan sel, dan dapat membuat tikus percobaan dengan tumor bertahan hidup lebih lama. Zat ini pun berpotensi sebagai zat anti kanker.

Pederin (dari en.wikipedia.org)

Pada ekosistem aslinya, di persawahan dan rerumputan, tomcat merupakan predator dan menjadi pengendali alami bagi hama-hama pertanian. Maka sungguh, di balik kehebohan kasus tomcat ini, ternyata ada manfaat yang dapat diambil oleh manusia. Sebagaimana halnya dengan kejadian-kejadian dan rupa-rupa alam lain di muka bumi. Seperti dua sisi koin yang berbeda, ada manfaat dan kerugian. Tinggal bagaimana manusia bersikap, tidak hanya menilai sesuatu dari kejelekannya saja.

Sumber informasi: en.wikipedia.org, id.wikipedia.org, dan m.beritajatim.com, diakses pada 23 Maret 2012.

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Sekitar. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tomcat

  1. nicil berkata:

    oh berarti kalo malem tidur dengan lampu dimatikan aja biar ga ada tomcat masuk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s