Perbaikan Gaya Hidup

Saya adalah pelanggan majalah Energi, sebuah majalah yang membahas tentang sustainable energy. Awal saya tertarik dengan majalah tersebut adalah pada saat saya membacanya dengan gratis pada saat menjadi panitia Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional XII oleh Himatek ITB. Bahasan di dalamnya begitu dekat dengan bidang keilmuan yang sedang saya pelajari. Umumnya, topik-topik tulisannya adalah pengulasan teknologi dan pemanfaatan sumber-sumber energi baru dan terbarukan untuk mencapai keberlanjutan pembangunan.

Sampul majalah Energi edisi Januari 2011 (diambil dari majalahenergi.com)

Lama-kelamaan topik tulisan menjadi lebih beragam, seperti tata kota, transportasi, ekonomi, budaya, dan lain-lain. Dan berikut adalah tulisan yang ingin saya repost-kan untuk pembaca yang sangat aplikatif dan punya impact yang baik, tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga untuk perbaikan diri ke depan.

  1. Terus terinformasi
    Kata orang, belajar merupakan proses sepanjang yang dilakukan sepanjang hayat. Bisa saja hal-hal yang dulu kita anggap benar dari pembelajaran di sekolah/kuliah hari ini kurang tepat lagi. Begitu juga dengan perkembangan dunia yang tak henti-hentinya. Informasi adalah kunci kesuksesan. Usahakan untuk terus terinformasi setiap hari. Jika setiap hari sulit, coba setiap minggu saja. Informasi yang harus kita miliki bisa beragam, sesuaikan dengan kebutuhan (misalnya kebutuhan karir) atau memang disesuaikan dengan gaya hidup (misalnya informasi untuk hidup lebih sehat, teratur, dan lebih ramah lingkungan).
  2. Luangkan waktu untuk diri sendiri
    Selalu ada momen untuk introspeksi diri. Awal tahun, contohnya, bisa menjadi awal pula bagi kita untuk mewujudkan gaya hidup berkesinambungan dalam kehidupan. Coba luangkan waktu untuk merefleksikan setiap tindakan, kualitas kehidupan, dan arah-arah yang telah diambil pada masa-masa sebelumnya. Di sela-sela kegiatan rutin, luangkan waktu untuk duduk, rileks, dan buat gambaran jelas hal-hal penting apa bagi diri kita.
  3. Jangan terburu-buru
    Percayalah bahwa terburu-buru tidak pernah nyaman. Selain itu, terburu-buru dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keputusan yang akan diambil. Jika sering terburu-buru, kita cenderung impulsif, seperti membeli barang yang tidak dibutuhkan dan melakukan hal-hal yang tidak perlu. Demi “efisiensi” waktu, produk-produk yang terdekat dan tercepatlah yang selalu menjadi pilihan, tanpa memerhatikan apakah produk tersebut baik atau tidak. Ketika terburu-buru, terkadang kita lupa melakukan hal-hal kecil seperti mematikan lampu atau komputer. Atau ketika terburu-buru, hal baik yang sudah kita rencanakan bisa menjadi batal, seperti bersepeda ke tempat kerja atau menggunakan transportasi masal.
  4. Butuh hiburan? Membacalah!
    Selain membuat kita lebih terinformasi dan menambah wawasan, membaca buku merupakan cara untuk melepas penat yang murah dan mudah didapat. Membaca buku juga membuat kita lebih santai. Membaca juga aktivitas “hijau” daripada memutuskan untuk menonton film di bioskop, berkendara ke tempat-tepat hiburan, atau membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan di pusat perbelanjaan.
  5. Tinggalkan plastik
    (Cukup straight karena ini adalah topik dari majalah Energi yang memang disesuaikan dengan tema majalah tersebut. Namun, disadari atau tidak, mulai meninggalkan plastik adalah latihan untuk mengatakan “tidak” pada barang-barang yang tampaknya berguna tetapi sebetulnya berbahaya. Langkah ini juga melatih kita untuk mencari alternatif.)
  6. Pikir-pikir sebelum membeli
    Konsumsi berlebihan dari yang dibutuhkan merupakan penyebab dari berbagai masalah (termasuk lingkungan). Pikir-pikir dan gunakan waktu sebelum membeli sesuatu, selalu lihat dari kebutuhan bukan dari keinginan. Hal ini juga berlaku untuk setiap pengambilan keputusan lain dalam hidup.
    (dikutip dengan beberapa tambahan dan perubahan dari  artikel “Perbaiki Gaya Hidup, Yuk!” majalah Energi edisi Januari 2012)

Bersepeda, aktivitas sehat dan ramah lingkungan yang penuh filosofi (diambil dari http://www.romania-insider.com)

Semoga tips-tips tersebut bisa dilakukan dan dapat membantu kita untuk memperbaiki kualitas hidup.

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Manajemen Diri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s