Saya Bingung

Reklame di depan Stasiun Hall tanggal 28 Februari 2012

Saya bingung dengan ajakan di dalam reklame ini. Mungkin beberapa pembaca tulisan ini sepikiran dengan saya. Saya bingung dengan kata-kata ajakan untuk menanam pohon setiap hari, terpasang di zona ramai di Kota Bandung, dan tentunya sudah terlapis beton dan aspal. Apakah kita akan menanam pohon di atas beton dan aspal? Tentu saja tidak mungkin. Apakah kita akan menanam dalam pot? Yaaaa, itu namanya bukan pohon, tetapi hanya perdu. Atau kita  mau menanam tanaman di dapur kita dengan tanaman toge? Tetap saja, walaupun tumbuhnya banyak dan cepat, itu bukan pohon.

Yaaa, mungkin yang dimaksud pemerintah adalah ajakan semangat untuk melakukan penghijauan. Hanya saja, saya tidak habis pikir, bagaimana pemerintah mengajak masyarakat untuk penghijauan sedangkan lahan tidak ada (yang saya lihat dari mata kepala saya yang baru sedikit tahu tentang Bandung).  Menurut saya, usaha penghijauan yang paling sukses apabila didukung oleh perencanaan wilayah dari pemerintah setempat yang matang. Berapa persen lahan terbuka hijau yang seharusnya tidak ditutup beton semestinya ada di peraturan-peraturan. Dan dengan peraturan-peraturan itu masyarakat bisa terfasilitasi untuk melakukan penghijauan. Lha, sekarang gimana saya bisa penghijauan di lingkungan saya kalau saya tinggal di gang yang sudah penuh dengan beton. Mungkin lebih tepat kalau saya ikut kegiatan penghijauan di kabupaten.

Saya jadi ingat pada saat saya baru pertama kali ke Bandung, bahkan untuk melakukan kegiatan “amal kecil” yaitu membuang sampah di tempat sampah pun saya kesulitan. Karena tempat sampah sangat sulit ditemui. Hal itu pula yang mungkin menyebabkan banyak orang membuang sampah sembarangan hingga terjadi “Bandung Lautan Sampah”, karena sistem pengelolaan sampah yang masih buruk. Padahal yang saya tahu, membuang sampah itu melanggar peraturan.

Kesimpulannya adalah, untuk membuat suatu kebijakan atau aturan, terlebih dulu harus disiapkan pula fasilitas-fasilitas penunjangnya. Masyarakat mana sih yang nggak merasa senang kalau kehidupannya tertib dan rapih. Dan untuk menuju itu, masyarakat juga perlu dibimbing, tidak melulu dicambuk. Selamat bekerja bapak-bapak dan ibu-ibu birokrat..!! Semangat, demi Indonesia yang lebih baik..!!

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Opini, Sekitar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s