Wisuda – Sumpah Pemuda

28 Oktober 2011, sarjana-sarjana teknik kimia baru terlahir ke dunia, siap untuk bekerja menggerakkan roda-roda pembangunan Indonesia. Perayaan wisuda kali ini cukup berkesan bagi saya, bahkan sebelum rangkaian acara syukuran dimulai.

Tanggal sidang wisuda yang akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2011 telah saya ketahui sejak sebulan sebelumnya, sekitar minggu terakhir bulan September. Awalnya, isu yang beredar, sidang wisuda akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2011. Tapi ternyata, diumumkan secara resmi bahwa sidang akan dilaksanakan dua minggu kemudian. Praktis jauh dari waktu ujian komprehensif Program Studi Teknik Kimia yang pada minggu awal Oktober.

Entah memang isu yang beredar itu hanya sekedar kabar burung atau tanggal wisuda benar-benar berubah, tiba-tiba saya merasa bersemangat untuk menyambut hari syukuran wisuda 2011. Saya mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi di sekitar tanggal itu. Aha! 28 Oktober! Hari peringatan Sumpah Pemuda. Dan itu bertepatan dengan wisuda. Sungguh suatu kebetulan yang menakjubkan bagi saya.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

83 tahun yang lalu, pada hari itu, sekelompok pemuda mengikrarkan sebuah sumpah. Sumpah pemersatu pemuda-pemuda Indonesia untuk mulai berjuang bersama melawan imperialisme, mencapai kemerdekaan. Seperti yang saya dapat dari buku-buku sejarah dan pelajaran-pelajaran (umumnya SMA), bahwa sebelum memasuki abad 20 perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah bersifat tradisional kedaerahan. Orang Jawa hanya berjuang demi pembebasan Pulau Jawa saja, orang Sumatera untuk Pulau Sumater, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Belum lagi bila dalam satu pulau terbagi lagi menjadi beberapa daerah-daerah kerajaan. Maka perjuangan dilakukan hanya untuk membebaskan kerajaan-kerajaan itu saja.

Maka memasuki abad 20, pemuda-pemuda pejuang mulai mendapatkan pencerahan dan pencerdasan. Beberapa tokoh akhirnya mendapat kesempatan belajar lebih hingga ke Eropa (Belanda pada umumnya) dan mulai menyadari pentingnya persatuan. Maka mulai lenyaplah faktor-faktor primodial yang menjiwai perjuangan kedaerahan selama ini. Dan konsep-konsep negara Indonesia yang bersatu mulai bermunculan.

Menggerakkan perekonomian, membangun industri dan pemukiman, membentangkan jaringan jalan, serta membuat pelabuhan, merupakan hal mudah. Hal mudah yang dapat diselesaikan dengan cara-cara teknis matematis. Hal mudah, relatif terhadap usaha-usaha menyatukan pemuda. Persatuan yang melewati batas-batas agama, kesukuan, kesamaan perangai, dan adat istiadat, serta mungkin kepentingan. Entah kenapa, saya begitu mengapresiasi konsep-konsep persatuan. Persatuan yang menggandeng keragaman. Bisa dibayangkan, untuk bersatu, diperlukan kerelaan melepas ego dan kebanggaan semu, rela menerima perbedaan, dan berkorban untuk kepentingan bersama.

Kembali saya teringat pada rangkaian kata-kata di Plaza Widya, bahwa sarjana-sarjana ITB tidak hanya harus menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan. Sebuah tanggung jawab yang berat itu diusung oleh sarjana-sarjana muda yang kami hibur dan kami arak. Ya, mungkin, perayaan yang kami adakan sedikit melonggarkan urat-urat bahu wisudawan. Untuk kemudian bersiap bergerak menjunjung tanggung jawab berat tersebut. Di tengah tantangan zaman, di mana persatuan mulai dipertanyakan, keberagaman menjadi isu perpecahan, dan kepentingan golongan yang semu dan serakah seolah didewakan.

Prasasti Plaza Widya Nusantara

Selamat berjuang, kakak-kakakku. Kelak kami akan menyusul dan mendukungmu..!!

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s