PROKM ITB 2011

Universitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita, bukan hanya di lapangan technical dan managerial know how, tetapi di lapangan mental, di lapangan cita-cita, di lapangan ideologi, di lapangan pikiran. (Soekarno)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kaderisasi (pengaderan) berarti proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Istilah kaderisasi begitu marak di kampus saya, kampus gajah Institut Teknologi Bandung. Setiap jenis pembelajaran di sana merupakan kaderisasi, proses pencetakan manusia-manusia pembelajar hingga menjadi alumni-alumni sarjana seutuhnya yang siap membangun dan memimpin bangsa Indonesia. Dan di antara serangkaian acara kaderisasi, penyambutan mahasiswa baru merupakan salah satu acara yang selalu fenomenal. Mungkin agak terlambat, namun saya ingin menulis tentang PROKM (Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa) ITB 2011 yang telah dilangsungkan bulan Agustus yang lalu.

PROKM ITB 2011 mengusung tagline “Semangat Bekemahasiswaan untuk Indonesia” dengan melihat berbagai isu yang terjadi pada organisasi kemahasiswaan dan isu global, seperti minimnya budaya apresiasi, integritas, globalisasi informasi, dan isu perubahan cara pandang terhadap tujuan pendidikan. Sederhananya, PROKM ingin memberikan pesan bagi untuk mahasiswa baru untuk turut mengembangkan diri dalam organisasi kemahasiswaan dengan tujuan akhir mengabdikan ilmunya kepada bangsa Indonesia.

PROKM ITB 2011 merupakan rangkaian acara kaderisasi dengan objek utama bukan hanya untuk mahasiswa baru saja. Rangkaian kaderisasi telah dimulai sejak diklat PROKM ITB 2011 yang diperuntukkan bagi mahasiswa tahun kedua (angkatan 2011). Mahasiswa tahun kedua merupakan ujung tombak interaksi dengan mahasiswa baru sehingga sudah selayaknya mereka menjadi role model pertama, penyampai materi dan pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui PROKM. Diklat ini sekaligus ajang pelatihan kemampuan divisi bagi calon personel divisi (yang secara populer terbagi atas lapangan dan non-lapangan, perhatian dan prestis utama hampir selalu jatuh ke divisi lapangan).  Diklat berlangsung selama sekitar satu setengah bulan dimulai sejak 6 Juni 2011.

Potongan suasana diklat PROKM ITB 2011

Dengan dinamika selama diklat, baik di depan maupun belakang layar yang cukup dahsyat, akhirnya hari yang dinanti pun tiba. PROKM ITB 2011 dimulai dengan opening ceremony yang dilangsungkan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Bunyi kelebat bendera keamanan dan tata disiplin menyambut mahasiswa baru yang berjalan menuju Sabuga. Pagi dan siang harinya, mahasiswa baru sudah mulai berinteraksi dengan taplok, para pembimbing mereka dan juga diperkenalkan dengan salam legendaris kampus gajah, Salam Ganesha. Dengan diawali defile unit-unit kegiatan mahasiswa, opening ceremony dimulai. Penampilan teatrikal disuguhkan yang menggambarkan seorang pemuda, putra ibu pertiwi yang merantau menimba ilmu. Namun, di akhir cerita, sang ibu pertiwi berlari-lari mencari putranya yang tak kunjung mengabdi padanya walaupun ilmu yang dimilikinya sudah segudang. Opening ceremony ditutup dengan orasi dari perwakilan himpunan mahasiswa jurusan dan juga komandan lapangan. Mahasiswa baru kemudian berjalan memasuki kampus untuk disambut oleh mahasiswa lama.

Pengibar bendera divisi

Penyambutan mahasiswa baru 2011 oleh massa kampus

Pada hari berikutnya kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa baru dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan mengenai identitas mahasiswa serta pendidikan sebagai investasi masa depan. Namun pada hari ketiga dan keempat (3 dan 4 Agustus 2011), panitia PROKM tidak mendapat kesempatan untuk berinteraksi secara formal karena adanya pelatihan 7 Habits yang diadakan oleh LTPB. Meskipun demikian, baik panitia maupun peserta tetap berinteraksi secara informal dengan membuat buka bareng per kelompok untuk merekatkan hubungan dengan maba mengingat PROKM ITB 2011 dilangsungkan saat bulan Ramadhan.

Hari kelima PROKM ITB 2011 berlangsung pada hari Jumat, 5 Agustus 2011 dimulai pagi hari pukul 06.00. Diawali dengan senam gembira ala LSS ITB, acara berlangsung penuh dengan interaksi per kelompok hingga menjelang penutupan interaksi. Rangkaian acara selama 5 hari pun ditutup dengan closing ceremony yang juga melibatkan kehadiran massa kampus. Closing ceremony berturut-turut diisi oleh interaksi massa kampus dengan mahasiswa baru, untuk memberi semangat dalam berkemahasiswaan, penampilan teatrikal, orasi, penutupan oleh Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, dan menyanyikan lagu kampus. Namun dengan penutupan interaksi, bukan berarti rangkaian acara PROKM telah berakhir.

Penutupan interaksi 5 hari

PROKM ITB 2011 dilanjutkan dengan Open House Unit (OHU) pada keesokan harinya tanggal 6 Agustus 2011. Acara ini menampilkan stan-stan unit-unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITB di mana mahasiswa TPB akan berkegiatan. Setiap unit pun unjuk kebolehan sesuai bidang masing-masing di panggung pertunjukan, lapangan atraksi, dan sinema diskusi. Saya mengakui bahwa OHU ITB 2011 mengalami peningkatan dari OHU-OHU sebelumnya baik dalam hal teknis, keteraturan, tata letak, dan pengemasan. Semua dapat terjadi karena kerja keras berbagai pihak, termasuk masukan-masukan dari unit selaku pengisi acara. OHU ditutup dengan penampilan kolaborasi unit.

Penampilan kolaborasi unit pada penutupan OHU

Acara terakhir yang menjadi penutup rangkaian PROKM ITB 2011 adalah Pameran Karya dan Sejarah Kemahasiswaan (PKSK). Acara ini merupakan acara baru yang tidak ada dalam penyambutan maba di tahun-tahun sebelumnya. Bekerja sama dengan unit Liga Film Mahasiswa (LFM) dan himpunan-himpunan mahasiswa jurusan, pameran ini menampilkan dokumentasi kegiatan-kegiatan mahasiswa dan pameran keprofesian. Dengan adanya pameran, mahasiswa baru diharapkan akan terbantu untuk mengetahui seluk beluk kegiatan kemahasiswaan di ITB yang pada akhirnya akan mengantarkan mereka untuk aktif dan bersemangat di dalamnya.

Salah satu sudut galeri PKSK

Rangkaian acara PROKM ITB 2011 tersebut sekaligus mengakhiri kiprah saya pada kaderisasi awal kemahasiswaan ITB. Berbagai pengalaman saya dapatkan sejak saya menjadi konglomerat (sebutan untuk maba INKM 2008), Praba Amerta (divisi tata tertib kelompok PROKM 2009) – Komandan Batalyon 1, Mahabharata (pendiklat INKM 2010) – Koordinator Divisi Tata Tertib Kelompok, dan pada akhirnya Nastiti (bidang acara PROKM 2011) – Kepala Bidang Acara. Semoga segala yang saya dapatkan dicukupkan sebagai bagian bekal saya membangun peradaban. Terima kasih..

Praba Amerta – Mahabharata – Nastiti

Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Sekitar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s