dan Abu Nawas pun bersenandung…

Illahi lastu lil firdausi ahla

Walaa aqwa ‘ala naaril jahimi

Fahabli taubatan waghfir dzunubi

Fainaka ghafirudz dzanbil ‘adzimi…

Dzunubi mitslu a’daadir rimali

Fahabli taubatan a Dzal Jalaali

Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi

Wa dzanbi zaaidun kaifa -htimali

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak

Muqirran bi dzunubi Wa qad di’aaka

Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun

Wain tadrud faman narju siwaaka

wahai Tuhanku… aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,

tapi, aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,

karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku,

sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar

Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir

maka berilah ampunkan oh Tuhanku Yang Maha Agung

Setiap hari umurku terus berkurang

sedangkan dosaku terus menggunung,

bagaimana aku menanggungkannya

wahai Tuhan, hambaMu yang pendosa ini

datang bersimpuh ke hadapanMu

mengakui segala dosaku

mengadu dan memohon kepadaMu

kalau Engkau ampuni itu karena Engkau sajalah yang bisa mengampun

tapi kalau tidak, kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepadaMu

Tentang Estuyu

Estu Yuris Priangga Jakarta, 8 Oktober 1990 Teknik Kimia ITB angkatan 2008
Pos ini dipublikasikan di Spiritual & Religi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s